Laman

Minggu, 06 Januari 2013

DOA DAN NASIHAT UNTUK SAHABAT

   Alhamdulillah hari ini saya ingin membuat jejak yang berbeda isinya tentang doa dan nasihat semoga dengan jejak sederhana ini menambah wawasan dan ilmu pengetahuan agama kita sebagai amalan rutin sehari - hari, tentunya tak lepas hanya mengharap ridho illahi robbi Allah SWT. Aamiin 3X Ya Robbal Alamin.




Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran. (Al ‘Ashr: 1-3)

Sahabat, berikut adalah beberapa doa dan nasihat yang sering di ucapkan pada moment tertentu:

♥ Assalamu’alaikum

Artinya “Semoga diberikan keselamatan atasmu”
Diucapkan ketika bertemu dengan seorang sahabat atau memulai suatu pembicaraan
.
Dari Imran Ibn Hushain radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mengucapkan “Assalamu ‘alaikum”. Nabi menjawab salam itu, lalu orang itu duduk. Nabi berkata, “sepuluh (kebaikan)”. Kemudian datang orang lain dan mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”. Nabi menjawabnya, lalu orang itu duduk dan Nabi berkata, “Dua puluh (kebaikan)”. Kemudian datang orang lain lagi dan mengucapkan “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh”. Nabi membalas salamnya lalu dia duduk dan Nabi berkata, “Tiga puluh (kebaikan).” (HR. Abu Daud)


♥ Laa tahzan, innallaaha ma’anaa

Artinya jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.

Nasehat untuk sahabat muslim yang sedang bersedih hati, semoga Allah memberikan jalan keluar untuk masalahnya.

♥ Laa taghdhob fa lakal jannah

Artinya “janganlah marah, maka surga bagimu.

Nasehat untuk sahabat muslim yang sedang marah, semoga Allah menenangkan hatinya.

♥ Allaahumma shayyiban naafi’an

Artinya “ ya Allah, semoga hujan ini membawa manfaat”

Di ucapkan ketika turun hujan

♥ Syafakillah/syafakallah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba’dahu
saqaman

Artinya “semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya”.

Diucapkan ketika mendengar atau menjenguk sahabat yang sedang sakit.

Syafakallah (ditujukan untuk lelaki)
Syafakillah (ditujukan untuk perempuan)

♥ Syukran

Artinya terima kasih

Di ucapkan ketika mendapat kebaikan dari sahabat.

Asy Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi ditanya: Apa hukumnya mengucapkan, “Syukran (terimakasih)” bagi seseorang yang telah berbuat baik kepada kita?, Beliau menjawab: Yang melakukan hal tersebut sudah meninggalkan perkara yang lebih utama, yaitu mengatakan, “Jazaakallahu khairan (semoga ALLAH membalas kebaikanmu.” Dan pada Allah-lah terdapat kemenangan.

♥ Jazaakumullah Khairan Katsiran

Artinya Semoga allah membalas kalian dengan kebaikan yang banyak.

♥ Jazaakumullah Ahsanal Jaza

Artinya Semoga Allah membalas kalian dengan balasan yang terbaik.

Diucapkan ketika mendapatkan kebaikan dari sahabat atau orang lain sebagai ucapan terima kasih.

Ada beberapa ketentuan dalam mengucapkan jazakallah:
- Jazaakallahu khairan (engkau, lelaki)
- Jazaakillahu khairan (engkau, perempuan)
- Jazaakumullahu khairan (kamu sekalian)

Barangsiapa yang diberikan satu perbuatan kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan : jazaakallahu khair (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya.” (HR.At-Tirmidzi (2035), An-Nasaai dalam Al-kubra (6/53), Al-Maqdisi dalam Al-mukhtarah: 4/1321, Ibnu Hibban: 3413, Al-Bazzar dalam musnadnya:7/54. Hadits ini dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi).

Ketika ada sahabat kita yang mengucapkan jazaakallahu khair biasanya di jawab dengan waiyyak (dan kepadamu juga)” atau “waiyyakum (dan kepada kalian juga), dan bisa juga di jawab dengan ucapan yang serupa yaitu Jazaakallahu khairan (semoga ALLAH membalas kebaikanmu) ini lebih utama.

♥ Barakallahu fiik

Artinya, Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu.

Diucapkan ketika sahabat sedang berbahagia.

Apabila ada seseorang yang telah mengucapkan do’a “Barakallahu fiikum atau Barakallahu fiika” kepada kita, maka kita menjawabnya: “Wafiika barakallah” (Semoga Allah juga melimpahkan berkah kepadamu) (lihat Ibnu Sunni hal. 138, no. 278, lihat Al-Waabilush Shayyib Ibnil Qayyim, hal. 304. Tahqiq Muhammad Uyun)

♥ Barakallah fii umrik

Artinya semoga Allah memberikan keberkahan atas umurmu.

Diucapkan kepada sahabat yang milad

♥ Barakallaahu laka wabaraka ‘alaika wa jama’a bainakumaa fii khair


Artinya: Mudah-mudahan Allah memberkahi untukmu, dan memberkahi atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan

Doa yang di ucapkan kepada kedua mempelai yang baru saja melangsungkan pernikahan.

♥ Allahummaghfirlahu, warhamhu..

Artinya: “yaa Allah, ampunilah dia, dan kasihinilah/ rahmatilah dia..”

♥ Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Artinya

Artinya: Sesungguhnya semua yang berasal dari Allah akan kembali kepada Allah

“Tidaklah seorang hamba tertimpa musibah lalu mengucapkan ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, ya Allah berilah aku pahala dari musibahku ini dan berilah untu...kku ganti yang lebih baik darinya, melainkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberikannya pahala pada musibahnya tersebut dan memberikan ganti untuknya dengan sesuatu yang lebih baik darinya.” (HR. Muslim).

Di ucapkan ketika ada sahabat yang mendapat musibah

Semoga kita bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga Bermanfaat.
Yang baik selalu meninggalkan jejak yang baik.

Selasa, 02 Oktober 2012

Memetik Pelajaran dari Bunda Hajar





Pada saat Nabi Ibrahim membawa Hajar dan puteranya menuju mekkah, Hajar dalam keadaan menyusui Ismail. Hingga Ibrahim menempatkan keduanya di sebuah rumah, dibawah pohon besar di dekat dimana mata air zam-zam nantinya muncul. Pada saat itu, di Mekkah tidak ada seorangpun, dan tidak pula ada air. Ibrahim meletakkan keduanya di sana dan di sisi mereka geribah yang di dalamnya terdapat kurma dan bejana yang di dalamnya terdapat air.

Setelah itu, Ibrahim berangkat dan di ikuti oleh Hajar seraya berkata, “Hai Ibrahim, ke mana engkau hendak pergi ?, apakah engkau meninggalkan kami sedang di lembah ini tidak terdapat seorang manusia pun dan tidak pula makanan apapun ?”. Yang demikian di ucapkan berkali-kali, namun Ibrahim tidak menoleh sama sekali, hingga akhirnya Hajar berkata, “Apakah Allah menyuruhmu melakukan ini?”. “Ya”, jawab Ibrahim. “Kalau begitu, kami tidak di sia-siakan”.

Setelah kepergian Nabi Ibrahim, Hajar tetap menyusui Ismail dan minum dari air yang tersedia sehingga ketika air yang ada dalam bejana itu sudah habis, maka ia dan juga puteranya merasa haus. Lalu Hajar melihat puteranya sedang dalam keadaan lemas. Kemudian ia pergi dan tidak tega melihat keadaan puteranya tersebut. Maka ia mendapatkan Shafa, merupakan bukit yang paling dekat dengannya. Lalu ia berdiri di atas bukti itu dan menghadap lembah sambil melihat-lihat, adakah orang di sana, tetapi ia tidak mendapatkan seorangpun. Setelah itu, ia turun kembali dari Shafa sehingga sampai ke tengah-tengah lembah. Hajar mengangkat bagian bawah bajunya dan kemudian berusaha keras sehingga ia berhasil melewati lembah. Lalu ia mendatangi Marwah dan berdiri di sana seraya melihat-lihat adakah orang di sana, namun ia tidak mendapat seorang pun di sana. Ia lakukan hal itu sampai tujuh kali.

Setelah mendekati Marwah, ia mendengar suara yang menyerukan “Diam”. Lalu Hajar mencari suara tersebut, hingga akhirnya ia berkata; “Aku telah mendengarmu, apakah engkau dapat memberikan bantuan ?”. Ternyata sumber suara tersebut berasal dari malaikat. Lalu malaikat itu mengais-ngais tanah hingga akhirnya muncul air. Selanjutnya, Siti Hajar pun mendatangi air tersebut dan mengisi bejananya dengan air dan kemudian menemui anaknya. Lalu malaikat berkata kepadanya, “Janganlah engkau takut di sia-siakan, karena di sini akan dibangun sebuah rumah oleh anak ini bersama dengan bapaknya, dan sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan keluarga-Nya”.

Singkatnya, dengan adanya mata air zam-zam tersebut, dalam waktu yang singkat, tempat tersebut menjadi satu perkampungan yang kemudian terus membesar, sampai Mekkah saat ini, Mekkah yang didatangi oleh jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia.

Dalam kejadian ini Rasulullah bersabda ;

“ Semoga Allah memberikan rahmat kepada ibunya Ismail, seandainya ia tidak menceduk air zam-zam, niscaya air zam-zam itu hanya menjadi sumber air yang terbatas”.

Keimanan dan ketakwaan Siti Hajar dalam kisah ini diabadikan oleh Allah menjadi salah satu rukun yang wajib dilakukan dalam ibadah haji, ia adalah sa’i.

Banyak sekali hikmah yang terkandung dalam rukun sa’i dalam ibadah haji;  salah satunya adalah, dalam menikmati sebuah proses dalam kehidupan diperlukan kesabaran yang bukan berarti diam. Dengan berlarinya Hajar di antara shafa dan marwa, adalah bentuk ketakwaan yang ditunjukkan melalui satu upaya (ikhtiar) sebatas yang bisa dilakukan oleh dirinya pada sat itu.

Boleh jadi, jika kita yang dihadapkan dalam keadaan seperti itu, dalam pikiran kita, tentunya, akan sia-sia saja ia berlari kian kemari, karena pada saat itu, ia di tinggalkan di satu tempat di mana tidak ada seorangpun di sana. Artinya, kemungkinan untuk mendapatkan pertolongan, sangatlah kecil sekali apalagi untuk bertahan hidup.  Walaupun demikian, Hajar, tetap berlari kian kemari untuk mencari pertolongan.  Kejadian ini juga memberikan kesimpulan kepada kita, bahwa, Hajar sendiri tidak pernah tahu kapan dan dimana pertolongan itu akan datang. Seandainya ia tahu, pastilah ia tidak akan berlari-lari, mungkin ia akan diam saja menunggu pertolongan itu. Tetapi dalam kisah ini, ia tidak tahu kapan pertolongan itu akan datang, tetapi ia meyakini betul jika ia terus berusaha maka Allah tidak akan menyia-nyiakan hasil usaha dirinya.

Hal ini semakna dengan ayat ; “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya…”.

Bentuk ketakwaan yang bisa dilakukan oleh Siti Hajar, adalah dengan berlari-lari, tidak dengan berdo’a saja tanpa usaha lalu diam atau menangis saja meratapi nasibnya. Dan ketika ketakwaan sudah dilakukan, maka datanglah pertolongan Allah, dengan mengutus malaikatnya sebagaimana di kisahkan dalam hadits di atas.

Jalan keluar, dan rezeki yang tidak disangka-sangka adalah dua hal yang berbeda. Ada orang yang bisa mendapatkan jalan keluar dari satu masalah, tetapi tidak disertai dengan rezeki, atau ada juga orang yang diberi rezeki tetapi tidak diberi juga jalan keluar dari masalah yang di hadapi. Tetapi dalam ayat ini, keduanya didapatkan sekaligus, jalan keluar dari permasalahan, dan rezeki yang tidak disangka-sangka.

Demikianlah pertolongan Allah, pertolongan Allah bagi orang-orang yang bertakwa, dan manusia pilihan yang dijadikannya sebagai contoh bagi seluruh ummat manusia Allah pilih dari kaum wanita…

Wallahu’alam.

Rabu, 26 September 2012

Wisata Hati




#Episode: Wisata Hati...:)Ya Allah yang maha membolak balikkan hati... Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q s. Al Hujurat :13) @ Menahan haru!!! dalam benak aku berharap hanya kepada-Mu..
Aamiin... Semoga Allah memudahkan & menolong hamba2 Nya dalam berbuat kebaikan !!!

Rabu, 15 Agustus 2012

Catatan 10 Hari Terakhir Ramadhan 1433 H



We Are Not Alone


Saudaraku...
Aku Mencintaimu...
 
Hiduplah dengan kekuatan prinsip. Hidup sebagai kesatria dengan menegakkan kalimat “Lailaha ilallah” dan mati di jalan Allah. Allah Akbar.
Mari miliki jiwa pemenang, sama halnya kita miliki jiwa orang sukses. Karena sukses bukan diukur dari tingginya jabatan kita ataupun banyak gaji kita. Tapi dari mentalitas keimanan. Siapakah mereka? Siapa mereka yang memiliki mentalitas keimanan? Yaitu orang yang senantiasa mencari pertolongan Allah dan selalu memenangkan agama Allah. Senantiasa melakukan lompatan-lompatan berpikir. Bagaimana riilnya? Dimulai dari kemenangan-kemenangan kecil yang kita peroleh untuk membuka cakrawala kita.
Mari renungkan, lebih baik mana antara kita vs daun kering yang berguguran di tanah? Atau mungkin kita tidaklah lebih dari daun kering yang jatuh berguguran. Karena pada saat hidup, daun-daun itu senantiasa bertasbih pada Allah. Sibuk memasak agar bisa menghasilkan Oksigen untuk kehidupan manusia. Gugur di tanah pun masih bisa menyumbangkan kesuburan dengan humus-humusnya. Sedangkan kita? Mari sejenak kita tengok. Apa yang telah kita lakukan untuk Islam? Padahal kita berhutang besar pada Islam. Kita pun menjadi terhormat karena Islam.
Mari kita tancapkan cita-cita terbesar kita sebagai penerus estafet dari Rosulullah Muhammad SAW. Niatkan, maka syaraf akan terkunci untuk melakukannya. Jangan berpikir kerdil. Mari berpikir besar dan berjiwa pemenang.
Ceramahi mereka, maka mereka akan lupa,
Perintahkanlah mereka untuk menulis, maka mereka akan ingat,
Dan perintahkanlah mereka untuk mengamalkan, maka mereka akan paham,
Karena tidak ada pertemuan yang kebetulan, semua adalah ketetapan Allah. Mari ajak saudara-saudara kita dalam pertemuan-pertemuan yang senantiasa diridhoi Allah. Karena bersama Allah, kita pasti bisa.
 

Selasa, 19 Juni 2012

JIKA AKU MENJADI










Malam tak bertuah, siang tanpa pesan
Sinisnya hari menyapa diriku
manusia biasa mungkin takkan sanggup
Merenangi nasib gelap gulita
Bentangkan hatiku Tuhan peluk aku
Cinta sahabat menafkahi jiwa

 Jika aku menjadi seperti yang lain hidup bercahaya
Mungkin saja aku kehilangan rasa syukur, tak tersenyum dalam damai
Coba kau jadi aku, sanggupkah bernafas tanpa udara
Namun ku nikmati nasib dan takdir hidup ini bila Tuhan yang mau

Jika aku menjadi berubah melawan garis yang tertulis
Bukannya Tuhan tidak mendengar doa kita tapi Ia tahu yang terbaik
Jika aku menjadi




Selasa, 05 Juni 2012

Dalam Mahabbah






Jika benar aku mencintaimu kerana Allah

Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

Yaa Rabbi...Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta, berfikir sebelum bertindak, santun dalam berbicara, tenang ketika gundah, diam ketika emosi melanda, bersabar dalam setiap ujian. Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan, sepintar Ali bin Abi Thalib, sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum. Amiin ya Rabbal'alamin

Wahai diri..
Jika memang kau mencintainya kerana Allah,
Cintailah dia dengan cara yang benar..
Cintailah dia pada saat yang tepat..

Ya Robb..
Aku tak akan memaksakan diri hanya untuk sebuah perasaan,
Jika dia memang jiwa yang telah Kau pilihkan untukku, berikanlah kami jalan dan petunjuk..
Jika dia memang takdir bagiku, pantaskanlah dia untuku dan pantaskanlah diriku untuknya.

Ya Robb..
Aku memilihnya kerana sebuah keyakinan..
Aku terima seluruh kelebihan dan kekurangannya..
Aku terima seluruh luka dan bahagia yang menyertai hidupnya..
Aku terima dirinya dengan seluruh apa yang telah Engkau berikan untuknya..

Ya Robb..
Jika ada dua pilihan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya.
Jika ada sepuluh pilhan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya.
Jika ada seratus pilihan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya.
Dan jika hanya ada satu pilihan, dan tidak ada dia dalam pilihan itu…
Maka aku pun akan menerimanya sebagai pemberian terbaik dari_Mu…
Aku tidak akan memaksakan diriku untuk memilihnya..
Kerana Engkaulah yang Maha Mengetahui..
Kerana Engkaulah yang Menciptakanku..
Kerana Engkaulah yang Memelihara diriku..

Ya Robb…
Jika dengan menutup cinta ini yang menjadikan_Mu Ridho kepadaku..
Jika dengan mengorbankan perasaan ini Engkau menyelamatkanku..

Di saat manusia tergelincir dari jalan_Mu..
Maka aku serahkan cinta ini untuk_Mu..
Sebagai wujud bakti ku pada_Mu..
Sebagai wujud syukurku pad_ Mu..

Ya Muqollibal Qulub, Tsabbit Qolbi ‘ala Diinika..
Aku yakin bahwa tidak ada Ketetapan_Mu yang salah..
Aku yakin bahwa semua Kehendak_Mu sangat terukur..
Buatlah aku mencintai pilihan yang Kau berikan..
Buatlah aku setia pada pilihan yang Kau berikan..
Buatlah aku menyayangi pada pilihan yang Kau amanahkan..

Ya Robb..
Dengan segala Kekuasaan_Mu..
Dengan segala Kekuatan_ Mu..
Dengan segala Keagungan_Mu..
Hamba mohon pada_Mu,

Kuatkanlah hati ini saat ketetapan_Mu membuat hati ini terasa sempit..
Tenangkanlah hati ini saat ketetapan_ Mu membuat hati ini terasa berat..
Sesungguhnya hanya dengan Pertolongan_Mu, diri ini bisa menjalani semua ketentuan_Mu.

Ya Robb buatlah diriku mencintai_ Mu lebih dari segala makhluk yang telah Engkau Ciptakan..buatlah diriku mencintai Rosulullah, kerana Engkau pun mencintainya(Rosulullah)

Inilah isi hatiku, inilah harapanku, inilah keyakinanku…
Aku tidak hanya mencintaimu..
Tapi aku ingin mencintaimu kerana Allah..
Aku ingin mencintaimu dengan cara yang benar..
Aku ingin Allah Ridho dengan cinta ini..

Tak usah khwatir jika engkau adalah Qudrah dan Irodah_Nya..
Kerana semuanya pasti akan terwujud, hanya waktu yang akan menjadi saksi kekuasaan_Nya..
Tak usah memaksakan jika kau memang bukan untuk diriku..
Kerana pasti aku bukan yang TERBAIK untukmu..

Sehebat apapun cinta ini…
Tidak akan pernah bisa menyelamatkan kita,
Saat matahari hanya satu hasta di atas ubun2 kita..
Kerana yang terbaik adalah…
Kita menjaga perasaan dan keyakinan ini dengan sebersih-bersih ketauhidan..Kita diwafatkan bersama hamba_hamba yang berbakti..Hamba-hamba yang mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya untuk Tuhannya..
Semoga Allah mempertemukan kita kembali disatu tempat,
Dimana para abid melihat Robb_nya dengan penuh keridhoan dan kebahagiaan..
Kulakukan semua ini kerana "aku mencintaimu kerana Allah ."

Aamiin..

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci.Hak cipta adalah milik Allah SWT semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...

Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir


♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥

Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

Afwan Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi akhwatul iman dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah

Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

Wassalamù'alaíkùm warahmatùllahí wabarakatùh

Minggu, 03 Juni 2012

MODEL WANITA PENDAMPING HIDUP







Saudaraku…
Kehadiran kaum hawa dalam kehidupan kita adalah penyempurna kebahagiaan kita dalam hidup. Artinya tanpa kehadirannya, maka kebahagiaan yang kita kecap adalah semu, hambar tak bermakna.

Kesuksesan kita di berbagai sisi kehidupan, tak luput dari peran besar mereka. Sukses di bidang keagamaan, medan perjuangan, pentas politik, bisnis, pendidikan, sosial kemasyarakatan, lahan pertanian dan perkebunan, dunia olah raga dan lain sebagainya.

“Di belakang pria hebat, selalu ada wanita tangguh”, demikian kata pepatah yang sering terdengar di telinga kita.

Kita yang barangkali mengamati perkembangan dunia sepak bola akan menemukan kebenaran ungkapan ini dalam diri Robin Van Persie (RVP).

Van Persie tampil cemerlang bersama Arsenal di musim 2011/2012. Dia mencetak 30 gol dalam 38 penampilan di Liga Inggris dan menjadi top skorer, plus dianugerahi penghargaan sebagai pemain terbaik versi jurnalis Inggris.

Dia mengungkapkan, konsistensi penampilannya di atas lapangan adalah berkat koreksi dari ibunya, sang istri Bouchra (wanita Belanda berdarah Maroko), Dina anak perempuannya, serta kedua saudara perempuannya, Kiki dan Lily. (sumber: sport.detik.com).

Saudaraku..
Demikian pula kegagalan kaum pria di beberapa sektor dan lini kehidupan, juga sering disebabkan faktor kaum hawa yang ada di belakangnya.

Kita ambilkan contoh yang mudah, banyak politisi di negeri kita yang sedang naik daun, tiba-tiba namanya hancur berkeping-keping dan harapan jaya pun musnah setelah tersandung kausu skandal seks dengan kaum hawa. Bisa jadi sesama politisi, atau artis dan selebritis. Atau bisa jadi wanita biasa, tapi sanggup menaklukan hatinya. Dan banyak cerita senada yang biasa kita dengar di sekitar kita.

Saudaraku…
Syekh Mustafa Siba’i rahimahullah membagi wanita yang ada di sekitar kita menjadi 4 model:

Sebagai racun, penawar, penyakit dan obat.

Wanita cerdas, yang berakhlak mulia dan halus perasaannya, adalah penawar hati bagi sang suami. Ia dapat menghilangkan kelelahan jiwa dan melenyapkan kelemahan fisik.

Wanita yang tak memiliki kecerdasan dan berpikiran sempit, menjadi racun dalam keluarga. Ia dapat merusak anggota keluarganya dengan virus kecemasan dan bakteri kematian (sekarat).

Wanita sombong lagi terpedaya, menularkan penyakit mematikan terhadap suaminya. Di mana sang suami tak dapat membebaskan diri dari pengaruh buruknya melainkan dengan jalan melepaskan ikatan pernikahan atau mencari madu baginya. Kedua-duanya pahit dirasa dan berat akibatnya.

Wanita shalihah dan istiqamah, merupakan obat bagi suami dan masyarakatnya dari berbagai warna keburukan dan malapetaka.
(DR. Mustafa Siba’i rahimahullah).

Saudaraku..
Model pertama dari wanita di sekitar kita adalah wanita yang tak ubahnya sebagai racun dalam kehidupan kita.

Orang yang terkena racun akan mengalami ganguan pada tubuhnya, seperti mual, sakit kepala, nyeri hebat, muntah, diare, kejang-kejang, lumpuh, tak sadarkan diri dan bahkan berakibat pada kematian.

Demikian halnya, jika kita memiliki istri yang memiliki karakter dan model ini, maka kehidupan kita akan sangat terganggu. Mengalami kelelahan mental, depresi, dan bahkan bisa mengganggu jiwa kita.

Melupakan kebaikan suami. Kufur dengan pemberiannya. Tak pernah puas dengan nafkah yang diberikannya. Tak menerima kekurangan suami. Tak terampil mengurus rumah yang menjadi singgasananya. Pendidikan anak-anak diabaikan. Aib suami disebar luaskan kepada masyarakat. Memandang persoalan keluarga dengan pandangan sempit dan picik. Enggan mendaki puncak ubudiyah dan seterusnya.

Istri model ini, akan mengguncang kehidupan kita. Mengakibatkan kematian mental sebelum kematian jasad.

Saudaraku..
Model istri kedua adalah istri yang berperan sebagai penawar. Ia cerdas, berpendidikan, berbudi pekerti mulia dan halus perasaannya. Dan ini kebalikan dari model wanita yang pertama.

Seperti halnya sebuah penawar, ia bisa mengembalikan keadaan yang gawat dan kritis menjadi pulih kembali seperti sedia kala.

Dengan kecerdasannya, ia bisa membantu memecahkan persoalan yang dihadapi oleh suaminya di tempat kerja ataupun di tengah-tengah masyarakatnya. Mengembalikan kepercayaan diri suaminya saat mengalami kegagalan dalam bisnis, tak bersinar di pentas politik, urung meraih cita-cita dan seterusnya.

Dengan keindahan akhlaknya, ia sanggup membahagiakan suaminya secara zahir dan bathin. Kepenatan dan kelelahan suami sepulangnya dari tempat kerja, menjadi sirna dan hilang seketika saat melihat sang istri menyambut kedatangannya dengan hangat, menghadirkan seulas senyum tulus merekah, dan dengan kehangatan teh Lipton keikhlasan.

Saudaraku..
Model ketiga, adalah istri yang tak ubahnya seperti penyakit. Wanita yang sombong dan angkuh terhadap suaminya.

Bisa jadi keangkuhan dan kesombongannya dilatar belakangi oleh pendidikan yang lebih tinggi dari suaminya. Keturunan ningrat dan terhormat. Berasal dari keluarga TAJIR. Anak pejabat Negara. Kedudukannya lebih terhormat dan seterusnya.

Dengan itu semua, ia mengganggap suaminya rendah dan tak bermartabat. Sehingga ia berkuasa penuh di singgasanya. Ia berbuat dan bertingkah laku semaunya. Datang dan pergi kapan ia mau. Suami tak memiliki hak untuk melarang apatah lagi mengatur urusan pribadinya.

Bila ini terjadi, maka suami lebih menderita daripada terkena serangan stroke, sesak nafas parah, lumpuh, saraf dan seterusnya.

Dalam keadaan seperti ini sang suami benar-benar tersiksa zahir dan bathin. Merana luar dan dalam. Dunia menjadi gelap. Seolah-olah hidup yang dijalani telah berubah menjadi neraka baginya.

Sauadaraku..
Model terakhir, dan tentu menjadi dambaan semua orang. Yakni wanita shalihah dan istiqamah. Cantik secara zahir dan bathin. Sempurna luar dan dalam. Wanita model ini, yang akan membuat suami tersenyum simpul setiap saat. Walaupun usia pernikahan mulai uzur, tapi cinta dan kemesraan serta keharmonisan dalam keluarga tak pernah luntur. Seolah-olah bulan madu tak pernah sirna.

Bisa jadi, ia lahir di keluarga ningrat. Atau anak pejabat Negara dan menteri. Pendidikannya lebih tinggi dari suaminya. Penghasilannya lebih besar dari suami. Tapi hal itu tidak menjadikannya bertingkah angkuh dan congkak di hadapan suaminya. Justru kelebihan yang dimilikinya seperti harta, kedudukan dan yang senada dengan itu, ia manfaatkan untuk mendukung perjuangan dan kesuksesan suami sebagai al qawwam (pemimpin) dalam keluarga.

Karena dengan pemahaman agama yang baik dan benar, ia tahu bahwa suami adalah sosok yang bisa membimbingnya ke surga. Dan ketidak taatannya pada suami menyebabkan ia terlempar ke jurang neraka.

Ia sadar, bahwa suami adalah imam dalam ibadahnya dan nahkoda dalam pelayaran keluarga. Yang harus ditaati dan diikuti secara penuh. Selama sang suami menjadi imam dan nahkoda yang benar.

Ketika arah perjalanan kapal keluarga mulai berubah arah atau ada kekhilafan dan kealpaan saat menjadi imam. Ia dengan bijak dan sabar serta dengan kehalusan bahasa, ia ingatkan dan tegur sang suami. Agar kapal keluarga kembali ke jalur yang benar. Dan agar shalat yang didirikan sah sesuai dengan tuntunan nabi. Walau pun harus dengan melakukan sujud sahwi.

Saudaraku..
Model wanita pertama dan ketiga, merubah warna pelangi pernikahan menjadi awan yang menggelapkan langit keluarga dan asap tebal yang menyesakkan dada suami dan anggota keluarga. ‘Baiti nari’, rumahku adalah neraka menjelma di alam realita.

Wanita kedua model inilah yang akan memenuhi ruangan di neraka. Rasulullah saw bersabda, “Aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita.” Sahabat pun bertanya, “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?.”

Beliau menjawab, “Karena kekufuran mereka.”

Kemudian (sahabat) melanjutkan pertanyaannya, “Apakah mereka kufur kepada Allah?.”

Beliau menjawab, “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.” H.R; Bukhari.

Saudaraku..
Adapun model wanita kedua dan keempat; wanita yang berperan sebagai penawar dan obat. Keduanya menjadikan langit keluarga selalu cerah dan berseri. Walaupun terkadang cuaca di luar cukup panas, mendung, berawan dan hujan deras mengguyur bumi.

Ia adalah sebaik-baik perhiasan dunia, sebagaimana sabda Nabi saw, “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita salehah” H.R; Muslim dan Nasa’i.

Wanita kedua model inilah yang akan memenuhi surga yang seluas langit dan bumi. Nabi saw pernah bersabda, “Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga kesucian dirinya, mentaati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya, “Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.” H.R; Ahmad.

Saudaraku..
Sudahkah kita memiliki istri yang selalu menjadi penawar dan obat dalam hidup kita? Semoga Anda telah mendapatkannya. Amien.